Senin, 07 Januari 2013

Home » , , » Ada saja cara Pak Bupati Pamekasan Menjelang Pilkada Besok

Ada saja cara Pak Bupati Pamekasan Menjelang Pilkada Besok

News-Madura, Pamekasan. Bupati Pamekasan kembali menunjukkan perhatiannya terhadap perkembangan perekonomian ekonomi rakyat Pamekasan. Kemarin (6/1), bupati bersama jajaran pejabat pemkab mengunjungi lokasi car free day di Arek Lancor. Seperti diketahui car free day merupakan wisata kuliner dan berolahraga setiap Minggu, di mana area tersebut disterilkan dari asap kendaraan bermotor.
Program itu digagas pertama kali oleh Bupati Kholilurrahman 2010 silam. Hingga saat ini car free day mengalami kemajuan pesat, seperti yang disampaikan Kepala Bidang Perekonomian, Hidayat, kemarin. ”Sekarang sudah ada UKM resmi 64 orang, dari UKM itu telah membentuk koperasi beranggotakan sekitar 80 orang,” paparnya.
Dijelaskan, hal itu sangat jauh beda dengan modal pertama koperasi awal pembentukan yang hanya senilai Rp 1,5 juta. ”Sekarang uang di koperasi mencapai Rp 70 juta. Kalau dari omzet per minggunya tiap pedagang minimal mendapatkan Rp 300.000, maksimal ada yang Rp 2.000.000,” pungkasnya. Sementara itu, Bupati Pamekasan Kholilurrahman menegaskan, dirinya bersama rombongan sengaja memantau sejauh mana perkembangan car free day. Diakuinya, memang saat ini mengalami perkembangan yang cukup pesat, serta diterima oleh masyarakat.
”Alhamdulillah banyak perkembangan dan saya berharap ini akan terus meningkat di masa yang akan datang,” paparnya. Usai mengunjungi lokasi car free day, bupati bersama rombongan mengunjungi pasar sentra batik yang ada di Pasar 17 Agustus. Pasar itu merupakan pusat batik yang menjual produk batik lokal Pamekasan. Di sana, bupati meninjau beberapa lapak dan toko batik serta banyak berbincang-bincang dengan para pedagang untuk menerima keluh kesah yang selama ini dirasakan. Setelah itu, bupati menyampaikan kepada para pedagang bahwa nantinya direncanakan dibangunsentra khusus batik. Sedangkan lokasinya masih dalam tahap serap aspirasi. ”Ini masih tahap peninjauan. Nanti kita sesuaikan dengan permintaan publik. Ya, kita menginginkan semacam pasar tradisional khusus batik,” pungkasnya kepada para wartawan.
Share this article :

Poskan Komentar