Kamis, 11 Juli 2013

Home » , , , » Suara Muslimat PKB siap diambil alih Bambang-Said

Suara Muslimat PKB siap diambil alih Bambang-Said


News-Madura, Sumenep. Suara sekitar 5 Juataan se-Jatim terhadap pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja yang mayoritas dari Muslimat NU atau PKB menarik pasangan lain. Oleh sebab itu, jika pasangan calon yang diusung PKB Jatim dan beberapa parpol non parlemen ini tidak lolos, maka pasangan Bambang DH-Said Abdullah yang diusung PDIP siap mengambil alih dukungan tersebut. Bendahara Tim Pemenangan pasangan BDH-Said Abdullah, Saleh Ismail Mukadar, Rabu (10/7/2013) mengaku, kalau ternyata pasangan Khofifah-Herman nantinya tidak lolos maju pemilukada Jatim 29 Agustus 2013, maka para pendukung militan Jatim Berkah (Bersama Khofifah-Herman) bisa menjadi peluang baru untuk didekati dan beralih suara mendukung pasangan calon yang diusung PDIP Jatim.

"Daripada para pendukungnya golput lebih baik memilih calon yang bisa merubah Jatim menjadi lebih baik," katanya.

Menurut Saleh, upaya untuk mengambil alih pendukung Khofifah jika Ketua Umum PP Muslimat NU itu gagal melaju di pemilukada Jatim, sudah dilakukan oleh tim Bambang-Said dengan cara mendekati sejumlah kalangan tokoh NU. Salah satunya pertemuan antara Said Abdullah dengan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang juga Ketua Umum DPP PKB. "Mungkin dengan pertemuan itu bisa terjalin kedekatan dengan PKB dan pendukung Khofifah-Herman bisa beralih mendukung dan memenangkan Bambang-Said," ujar anggota Komisi E DPRD Jatim ini.

Ketua DPW PKB Jatim Abdul Halim Iskandar (Gus Halim) mengaku tidak segampang itu mengalihkan suara ke pasangan lain. Sebaliknya pria yang juga Wakil Ketua DPRD Jatim ini yakin pasangan Khofifah-Herman lolos dalam pemilukada Jatim 2013. "Tidak ada pengalihan dukungan kepada siapapun juga. Toh, kami terus berikhtiar dan yakin pasangan yang didukung PKB akan lolos. Dan kami siap menggerakan mesin politik secara maksimal," tegas kakak kandung Cak Imin ini.

Menurut politisi asli Jombang, pertemuan antara Said Abdullah dengan Muhaimin Iskandar di Jakarta hanyalah pertemuan biasa dan mantan teman se-komisi di DPR RI. "Itu hanyalah pertemuan biasa antara sahabat dan tidak ada yang dibicarakan khususnya soal pengalihan dukungan," dalihnya. (madurachannel.com)
Share this article :

Poskan Komentar