Selasa, 23 Juli 2013

Home » , , » Taman Tua Banyak di Kunjungi Warga

Taman Tua Banyak di Kunjungi Warga

News-Madura, Sumenep. Banyak sekali tempat peninggalan sejarah yang masih dimanfaatkan penduduk setempat sampai saat ini. Salah satunya adalah taman pemandian tua yang terletak di Dusun Panggung, Desa Prambanan, Kecamatan Gayam, Sapudi. Sampai saat ini sumber mata air yang dibuat taman ini mampu memenuhi kebutuhan warga sekitar. Taman ini diperkirakan sudah ada sejak masa kehidupan Adi Rasa di Pulau Sapudi, tepatnya tahun 1250 Masehi.
Bahkan warga meyakini taman ini tempat Adi Rasa atau dikenal dengan Sunan Wirokromo untuk mandi. Karena itu, bagi warga sekitar sumber ini sangat bermakna, terutama sejarah keberadaannya. Sampai saat ini taman mampu memenuhi kebutuhan warga setempat. Terutama untuk mandi, termasuk kebutuhan rumah tangga. Maka tak heran, banyak pompa air di lokasi itu agar air tersalur ke rumah-rumah warga.
Rasyid, 48, warga setempatmengaku lebih memilih datang  ke taman daripada mandi di rumahnya sendiri. Padahal, air di rumahnya sudah tercukupi. Namun, dia mengaku lebih terasa segar mandi di taman langsung. ”Meski air di rumah tidak kurang dan airnya pun mengalir dari sini, saya lebih suka mandi di sini. Badan terasa lebih segar kalau mandi di taman Mas,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Madura.
”Taman kuno ini sudah ada sejak Sunan Belingi Mas. Sampai sekarang sumbernya masih besar. Meskipun musim kemarau tidak pernah mati,” tandasnya. Berdasar informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Madura, taman ini sudah berubah bentuk dari bentuk semula. Sebelumnya taman berdinding batu gunung. Karena termakan usia, dinding pun ambruk. Namun warga setempat sumbangan memperbaikinya untuk mempertahankan sebagai situs sejarah.
Taman ini merupakan kebutuhan warga sekitar, sehingga perubahan bentuk hanya terjadi pada dinding. Sementara batu dasarnya masih murni. Air pun sangat bersih dan jernih, meski tidak sedikit orang yang mandi di lokasi ini. Konon taman ini ada dua macam, yakni taman laki-laki dan taman perempuan. Letak kedua taman bersebelahan. Namun karena kondisi taman perempuan tak terawat, warga memakai taman laki-laki untuk kebutuhan rumah tangga. Nah, di taman itulah puluhan pompa air menyedot air untuk dialirkan ke rumah warga.
Sumber: Radar Madura
Share this article :

Poskan Komentar