Jumat, 02 Agustus 2013

Home » , , » MPM Tuding Program Bupati 'Stagnan'

MPM Tuding Program Bupati 'Stagnan'

Bupati Achmad Syafi'i dan wakilnya Kholil Asy'ari
100 Hari Kepemimpinan Syafi i-Khalil
KOTA-Massa yang tergabung dalam Mahasiswa dan Pemuda Menggugat (MPM) berunjuk rasa di depan kantor Bupati Pamekasan, kemarin (31/8). Kedatangan massa untuk menagih janji politik Bupati Ach. Syafi ’i. Janji politik tersebut terdiri dari tujuh program pemerintahan Syafii-Halil (Asri). Aktivis menganggap program yang sebelumnya didengung-dengungkan tersebut memble. Yakni, tak satu pun yang direalisasikan meski sudah 100 hari memimpin Pamekasan.
Ketujuh program itu meliputi, peningkatan honor guru tidak tetap (GTT) sesuai upah minimum kabupaten (UMK). Kedua, Ach. Syafi i berjanji akan mengalokasikan dana Rp 300 juta per desa per tahun untuk pembangunan infrastruktur, ekonomi dan sumber daya manusia. Ketiga, penyediaan dana talangan minimal Rp 2 miliar per tahun untuk menjamin stabilisasi harga tembakau dan garam petani.
Keempat, penyediaan dana minimal Rp 10 miliar per tahun untuk memperluas akses masyarakat terhadap air bersih melalui pengadaan mobil tangki dan pompa-pompa air di desa-desa yang rawan krisis air bersih. Kelima, mengalokasikan dana Rp 25 juta per desa per tahun untuk pengentasan pengangguran. Keenam adalah meningkatkan alokasi dana bantuan operasional untuk masjid dan musala serta pondok pesantren sebesar dua kali lipat dari anggaran tahun sebelumnya.
Sedangkan program ketujuh adalah menyediakan dana minimal Rp 20 miliar per tahun, untuk menjamin ketersediaan dan bantuan pupuk organik, bantuan alat pertanian dan nelayan. Namun ketujuh program tersebut dianggap oleh MPM tidak satu pun terlaksana. Aksi MPM tersebut langsung direspons oleh Bupati Pamekasan Ahmad Syafi i. Di hadapan demonstran bupati mengatakan, jika semua butuh proses dan tidak serta-merta langsung mengubah anggaran yang ada. Sebab semua butuh persetujuan dewan. Menurutnya, seluruh program akan terealisasi dalam kurun waktu tiga tahun. ”Sekali lagi, gerakan ini tentunya merupakan kontrol dan akan kami jadikan motivasi untuk terus memimpin pemerintahan Pamekasan ke depannya,” pungkasnya.
Sumber: (radar madura)
Share this article :

Poskan Komentar