Jumat, 02 Agustus 2013

Home » , , » Pembagian Zakat di Sampang Ricuh

Pembagian Zakat di Sampang Ricuh

News-Madura, Sampang. Pembagian zakat di Pendapa Bupati Sampang kemarin (31/7) ricuh. Ribuan warga berdesak-desakan berebut masuk ke pendapa. Mereka berdatangan untuk mendapatkan zakat sebesar Rp 50 ribu yang dibagibagikan oleh Pemkab Sampang. Kericuhan terjadi karena dua ribu warga yang diundang ke pendapa tak sabar harus antre di bawah terik matahari. Kaum duafa tersebut harus bediri hingga berjam-jam di depan pagar pendapa bupati. Aksi saling dorong antara warga dengan polisi pun tak terelakkan.
”Tadi saya sempat tidak bisa bernapas karena tergencet,” ucap Safi , salah satu penerima zakat yang kemarin harus berdesak-desakkan. Tak hanya itu, Safi menambahkan, dia bersama ribuan rekannya hurus rela antre berjam-jam di tengah puasa. Warga Jalan Panglima Sudirman tersebut, mengaku bersama kaum duafa lainnya sempat kesal sehingga warga terpaksa mendorong petugas keamanan. ”Katanya zakat akan dicairkan pukul 09.00. Tapi sampai berjam-jam tak dilakukan.
Kami (penerima zakat, Red.) kesal. Makanya terjadi aksi dorong-mendorong,” ungkap Safi dengan nada kesal. Terkait kericuhan tersebut, Bupati Sampang Fannan Hasib tidak membantahnya. Meski demikian, orang nomor satu di Pemkab Sampang ini menanggapi hal tersebut dengan dingin. ”Memang sempat mau ricuh, tapi kan tidak ada korban. Ini sudah berjalan lancar,” aku Fannan saat dikonfi rmasi Jawa Pos Radar Madura kemarin.
Kapolres Sampang AKBP Imran Edwin Siregar mengakui sempat kewalahan dengan kondisi pembagian zakat kemarin. Sebab, personel yang diturunkan sedikit. Untuk mengawal 2.000 penerima zakat, keamanan yang diturunkan hanya 70 personel. Petugas keamanan tersebut terdiri dari polisi, TNI dan satpol PP. Meski demikian, Imran mengklaim warga masih bisa dikendalikan. ”Alhamdulillah, keamanan berjalan baik. Warga bisa dikendalikan,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinsosnakertrans Malik Amrullah selaku penanggung jawab kegiatan mengatakan, pembagian zakat tersebut dilakukan secara serentak di empat belas kecamatan. Untuk pencairan, di Pendapa Bupati Sampang sebanyak 2.000 kaum duafa. Sementara untuk 14 kecamatan se-Sampang jumlahnya mencapai 1.400 warga duafa. ”Total zakat yang terkumpul Rp 361 juta. Itu diberikan kepada ribuan kaum duafa. Di pendapa sebanyak 2.000 kaum duafa dan 1.400 di semua kecamatan.
Ini dipasrahkan ke Nahdlatul Ulama (NU) Sampang untuk membagikan zakat sebesar Rp 25 juta. Diberikan melalui Tagana Rp 3 juta,” terang Malik. Dijelaskan, untuk 2.000 duafa di pendapa per orang mendapatkan Rp 50 ribu, sedangkan 1.400 duafa di 14 kecamatan per orang mendapatkan Rp 150 ribu.
Dengan rincian tersebut, diketahui anggaran di pendapa mencapai Rp 100 juta. Sementara di 14 kecamatan mencapai Rp 210 juta. Namun, jika ditotal dengan zakat yang dikelola NU dan Tagana, jumlahnya berbeda dengan apa yang disampaikan Malik. Sebab, total zakat yang disalurkan semestinya Rp 338 juta.
Sumber: (radar madura)
Share this article :

Poskan Komentar