Popular Posts

Random Post

Visitors

Senin, 27 Agustus 2012

Butuh Tambahan Asisten Pelatih


News-Madura, Pamekasan. GUNA memudahkan peran head coach meracik menu permainan Persepam MU, manajemen memberikan kebebasan memilih dua asisten. Satu posisi tampaknya sudah digenggam Winedy Purwito. Eks pelatih Laskar Sape Kerap dalam tiga musim terakhir itu bahkan disebut Achsanul bukan sebagai asisten pelatih.
”Kalau Mas Win kita jadikan wakil pelatih kepala,” candanya. Selain itu memang Persepam MU masih butuh asisten pelatih lainnya. Termasuk yang mengu- rusi posisi khusus penjaga gawang. Nama Koko Sunaryo yang menjadi pelatih pemoles Alvonsius Kelvan dan Firmansyah hampir dipastikan tetap bertahan. ”Kalau urusan pelatih kiper dan asisten pelatih kita serahkan pada pelatih terpilih agar lebih mudah menjalin kerjasama,” pungkas Achsanul

Korban Lagi dari Balapan Liar


News-Madura, Pamekasan. Balap liar di malam Lebaran Ketupat sekitar pukul 23.00 Sabtu (25/8) memakan korban. Satu orang tewas dalam ajang balapan di Jl Trunojoyo itu. Korban diketahui bernama Qoyis, 17, asal Desa Ponteh, Kec Galis. Remaja yang masih duduk di bangku kelas XI di salah satu SMA di Pamekasan ini tewas setengah jam setelah kejadian.
Dia tewas beberapa saat setelah mendapat pertolongan pertama di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSD dr Slamet Martodirdjo. Menurut Bustami Arifin, salah satu tenaga medis IGD yang kala itu ikut menangani Qoyis, ketika masuk kondisi korban sudah sangat kritis. ”Tengkorak dan dahi korban retak. Dia mengalami gegar otak, keluar darah dari hidung secara terus menerus,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Madura.
Saat itu, tim medis IGD langsung memberikan bantuan oksigen secara maksimal dan terus berusaha untuk menyadarkan korban. Namun, kesadaran korban terus menurun. ”Yang membuat kami kaget setelah kesadarannya terus menurun, tiba-tiba korban sedikit sadar dan langsung muntah darah dengan volume agak banyak. Setelah itu korban kembali lemas dan akhirnya meninggal,” terang Bustami.
Diceritakan Bustami, ketika korban (Qoyis, Red) ada di IGD tidak ada satu temanpun yang mendampinginya. Menurutnya, Qoyis diantar oleh warga yang kebetulan melintas di tempat kejadian perkara (TKP), yaitu di Jl Trunojoyo. Tepatnya di depan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Kangenan. ”Setelah mengantar, beberapa warga tersebut langsung meninggalkan IGD.
Keluarga korban pun berdatangan setelah korban meninggal dunia” tukas Bustami. Menurut keterangan Mulyadi, 35, satpam RSD dr Slamet Martodirdjo, sekitar pukul 23.00 terdengar benturan keras di depan SPBU Kangenan. Kebetulan TKP memang tidak jauh dari RSD, hanya berjarak sekitar 200 meter. ”Setelah di cek, ternyata ada remaja yang sedang balap liar menabrak pembatas jalan.
Korban memang tidak menggunakan helm,” ujarnya. Namun, ketika Mulyadi datang ke TKP motor korban sudah tidak ada. ”Yang saya lihat hanya bercak-bercak darah, pecahan pembatas jalan dan pot besar yang ada di atasnya hancur, serta sedikit puing-puing dari motor korban. Sedangkan korban sudah ada di IGD,” paparnya. Mulyadi memaparkan, menurut keterangan beberapa remaja yang masih ada di TKP, Qoyis memang hobi melakukan balap liar, terutama di Sabtu malam. Korban juga merupakan salah satu aktor balap liar di Pamekasan.

Minggu, 26 Agustus 2012

Sidak, Dewan Temui 20 Persen Bolos


News-Madura, Pamekasan. Hari pertama kerja, pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Pamekasan banyak yang tidak masuk. Bahkan, di lingkungan sekretariat kabupaten (setkab) mencapai 20 persen PNS yang tidak masuk dari total 204 pegawai. Dengan begitu, yang tidak masuk kantor sebanyak 45 orang. Sehingga yang masuk kerja hanya sekitar 159 pegawai saja. Itu dari 10 bagian di setkab saja.
Data itu belum termasuk PNS di satuan kerja perangkat daerah (SKPD), kantor kecamatan, puskesmas dan lainnya. Sebab, jumlah yang tidak hadir belum diketahui pasti. Kendati demikian, PNS di lingkungan setkab yang tidak masuk itu diduga sudah mengantongi izin. Ada sebagian yang sakit, ada pula yang izin masih mudik. Sebagian lainnya sengaja mengambil libur karena pada saat libur yang bersangkutan masuk kantor akibat ada acara.
Sehingga meski tidak masuk alias membolos kerja, namun terkesan tidak masalah. Sebab, mereka yang tidak masuk menyertai dengan alasan normatif. Seperti izin atau cuti dan sebagainya. Asisten II Ekonomi dan Pembangunan Setkab Pamekasan Fadilah menjelaskan, semua PNS yang tidak masuk sudah ada izin. Mereka tidak masuk kantor bukan karena bolos. ”Mereka bukan bolos. Tapi, karena ada kebutuhan yang mendesak. Misalnya, sakit dan lainnya,” katanya kepada Jawa Pos Radar Madura.
Dengan begitu, sambung dia, tentu sa ja tidak aka ada sanksi bagi PNS yang tidak masuk. Sebab, mereka tidak masuk sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku. ”Kalau su dah ada izin buat apa ditindak. Tentu saja tidak mungkin,” ujarnya. Sementara, terang dia, PNS di lingkungan pemkab jarang yang tidak masuk. Dari sejum- lah sidak yang dilakukan sangat minim yang tidak masuk, kalaupun ada rata-rata izin. ”Tingkat kehadiran pada hari pertama kerja ini memang sangat tinggi,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Pamekasan Kadarisman Sastrodiwirjo menjelaskan, di lapangan pihaknya belum menemukan ada PNS yang bolos. Kendati demikian, pihaknya masih akan melakukan evaluasi hari ini. ”Besok (hari ini, Red) kami akan lakukan evaluasi secara menyeluruh,” ujarnya. Kadarisman mengungkapkan, yang sidak ke lapangan tidak hanya dirinya. Banyak pihak yang ikut ambil bagian, termasuk Plt Sekkab Herman Kusnadi. ”Data itu nanti akan dikumpulkan.
Baru bisa diketahui berapa jumlah PNS yang tidak masuk, dan alasannya apa,” ungkapnya. Sementara itu, kondisi yang relatif sama terjadi di Bangkalan. Pada hari pertama masuk kerja pascalibur Lebaran, ternyata banyak PNS di lingkungan Pemkab Bangkalan yang bolos kerja. Alasannya, mereka mengajukan cuti tambahan dan alasan sakit. Hal ini diketahui setelah inspektorat, ssisten III dan badan kepegawaian daerah (BKD) menggelar sidak ke berbagai instansi kemarin.
Di antara instansi yang disidak seperti RSUD Syamrabu, dinas kesehatan, dinas pendidikan dan kebudayaan, dinas ketahanan pangan dan satpol PP. Nah, dari hasil sidak tersebut ditemukan beberapa PNS yang masih bolos. Menurut Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bangkalan Abdul Rasjid, sidak dilakukan untuk menjaga kedisiplinan. Juga, untuk mengetahui kesiapan PNS Bangkalan dalam melayani masyarakat pascalibur panjang Lebaran. ”Saya melihat masih ada pegawai yang bolos,” ungkapnya.
Rasjid-sapaan akrab Abdul Rasjid menambahkan, PNS yang bolos akan dicatat dan akan diproses sesuai dengan peraturan. ”Kami hanya bisa melakukan sidak untuk hasil- nya diserahkan ke inspektorat,” jelasnya. Sementara itu, dari pihak In- spektorat Bangkalan Yulianto membantah adanya PNS yang bolos saat masuk hari pertama. Menurut dia, tidak ada pegawai yang bolos karena sudah ada surat edaran dari bupati agar masuk saat hari pertama pascalibur panjang.
”Kami tidak menemukan pegawai yang bolos saat kami melakukan sidak di berbagai tempat, tetapi memang ada PNS yang tidak datang, akan tetapi bukan bolos. Tapi, cuti dan sakit,” ungkapnya. Sayangnya, data lengkap PNS bolos tidak diberikan oleh BKD dan inspektorat Di Sampang, juga relatif sama. Hari pertama masuk kerja juga banyak PNS bolos. Itu diketahui dari hasil sidak tim kemarin. Tidak hanya pegawai di perkantoran yang ada di Kec/Kota Sampang yang menjadi target sidak.
Namun, beberapa tim juga diturunkan langsung ke 14 kecamatan. Pantauan Jawa Pos Radar Madura kemarin, tim satu dikomandani oleh Plt Sekkab Sampang Tantowi, Kepala BKD Sri Andayo Sudono. Mereka memulai melakukan sidak pukul 07.00 ke dinas PU Pengairan. Kemudian bergerak ke disperindagtam, dinas PU Cipta Karya dan Dinas Kesehatan. Dari empat lokasi tersebut, tim tidak menemukan pegawai negeri yang bolos.
Namun, hanya ada empat pegawai yang tidak masuk lantaran 1 cuti hamil, 1 alasan sakit, 1 menempuh pendidikan serta 1 berjaga malam. Kepala inspektorat yang sekaligus Plt Sekkab Sampang Tantowi mengatakan, sidak ini dilakukan untuk mengetahui dan memantau kehadiran seluruh PNS di semua SKPD. ”Tujuan kita untuk mengetahui seberapa jauh kedisiplinan PNS. Alhamdulillah, dari hasil sidak yang kami lakukan tidak ada yang bolos tanpa izin.
Kalaupun ada yang tidak masuk, itu karena sakit atau sedang pendidikan,” katanya. Apakah ada sanksi jika ditemukan PNS yang bolos? Tantowi memastikan, mereka yang bolos dipastikan mendapat sanksi sesuai dengan tingkat pelanggarannya. Yakni, mengacu kepada PP No 53 Tahun 2010 tentang disiplin PNS. Adapun bentuk hukumannya tergantung dari tingkat pelanggaran, serta akumulatif kesalahan yang pernah dibuat. ”Pasti ada sanksi tegas jika memang terbukti tidak disiplin,” tegasnya.

Arus Balik Di Pelabuhan Kamal Capai Klimaks


News-Madura, Bangkalan. Puncak Arus balik di dermaga Kamal Bangkalan, di prediksi akan terjadi pada H+7 besok. Hal itu disebabkan karena masih banyak masyarakat Madura yang merayakan lebaran ketupat sebelum kembali ke tempat perantauan.
“Kami prediksi seperti tahun-tahun sebelumnya, penumpang dari pelabuhan Kamal mencapai 8.000 orang baik dari pejalan kaki, roda dua dan roda empat,” terang Kepala operasional PT. ASDP Pelabuhan Kamal, Wildan Jasuli,  Sabtu (25/8/2012).
Dijelaskan, Wildan, sejak jembatan suramadu dioperasikan, H-7 hingga menjelang H+7 lebaran tahun ini, di pelabuhan kamal tidak terjadi lonjakan penumpang.
Karena itu pihaknya mengharapkan hari Minggu lusa ada lonjakan penumpang. “Setiap kapal berangkat hanya berisi beberapa penumpang saja, sehingga di hitung secara ekonomi dengan biaya operasional kapal sekali berangkat kami rugi. Sebab, sekali berlayar minimal harus mengantongi penjualan tiket sebesar Rp 1 juta,” jelas Wildan.
Dia menillai, sepinya masyarakat yang menggunakan jasa kapal fery ini karena sudah banyak yang menyeberang melalui jembatan Suramadu.
“Kapal sekali berangkat hanya memperoleh dari penjual tiket antara Rp 600- Rp 900 ribu. Meski demikian untuk mengantisipasi adanya lonjakan penumpang kami tetap mengoperasikan 5 kapal siang hari dan dua kapal pada malam hari,” pungkas Wildan Jazuli.

Sabtu, 25 Agustus 2012

Bocah 12 Tahun Tewas, di duga Keracunan Kopi


News-MaduraPamekasan. Sebelum meregang nyawa, Yadi, nama bocah tersebut, diketahui sedang merajang tembakau bersama dua orang lain Taufik (35), Mahfud (45).
Saat itu, pemilik tembakau, Supriyadi (40), yang juga merupakan ayah Yadi, menyuguhkan minuman kopi untuk ketiganya. Jelang beberapa saat setelah meminumnya, mereka bertiga merasa mual, muntah-muntah dan kepala pusing. Ketiganya pun langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.
"Korban dirujuk ke rumah sakit sekitar pukul 03.00 WIB dini hari tadi,” kata dokter spesialis penyakit dalam di RS dr Slamet Martodirjo yang menangani kasus keracunan itu, dr Ariful.
Sayangnya, meski sempat diberikan pertolongan, nyawa Yadi tidak terselamatkan, dan meninggal dunia sekitar pukul 11.00 WIB. Yadi langsung dikebumikan di tempat pemakanan umum Desa Galis sebelum gelar Shalat Jumat. “Kalau yang dua orang sampai saat ini masih menjalani perawatan di RS Pamekasan,” tutur dr Ariful.
Secara terpisah, Direktur RS dr Slamet Martodirdjo Pamekasan Agus Subaidi menyatakan, masih akan melakukan uji laboratoriun muntah pasien yang diduga korban keracunan itu, untuk memastikan secara medis. “Kalau gejala pusing, mual dan muntah-muntah itu memang keracunan. Tapi untuk memastikan kan perlu uji laboratoriun,” katanya, menjelaskan.
Kasus keracunan yang terjadi di Pamekasan ini merupakan kali kedua selama Lebaran Idul Fitri 1433 Hijriah kali ini. Sebelumnya pada Kamis (23/8), sebanyak 30 orang warga Karangpenang, Sampang juga keracunan kue pertunangan salah seorang warga di desa itu dan kini sebagian korban masih menjalani perawatan di rumah sakut umum Kota Sampang.

Jalur Independen Nihil Pendaftar


News-Madura, Pamekasan. Minat warga Pamekasan untuk mendaftar sebagai calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) melalui jalur perorangan atau independen sangat rendah.Buktinya, hingga kemarin (22/8) tidak satu pun yang mendaftar ke KPU Pamekasan. Padahal, batas akhir pendaftaran cabup-cawabup melalui jalur itu hanya sampai hari ini (23/8).

Apabila hingga hari ini tidak ada yang mendaftar, maka pemilukada yang akan digelar 9 Januari mendatang akan didominasi calon dari partai politik (parpol). Ketua KPU Pamekasan Moh. Ramli menjelaskan, jalur independen memang tidak begitu diminati dalam pemilukada di Pamekasan ini. Hanya saja, pihaknya masih menunggu hingga batas akhir pendaftaran. ”Kami tunggu sampai besok (hari ini, Red), kalau tidak ada yang daftar kami anggap sudah tidak ada dari jalur independen,” ujarnya. Apakah belum ada tanda-tanda kelompok independen yang akan mendaftar? Dia mengungkapkan, sampai detik ini pihaknya belum bisa memberikan penjelasan pasti. Sebab, tidak ada pemberitahuan resmi dari pihak yang akan maju melalui jalur independen. ”Belum ada, tapi kami tidak bisa berspekulasi, tunggu besok saja (hari ini, Red),” ucapnya. Yang terpenting, menurutnya, pihaknya sudah melakukan tahapan sesuai dengan aturan yang berlaku. ”Kami sudah buka pendaftaran, masalah tidak ada yang daftar itu hak masyarakat Pamekasan,” dalihnya. Untuk jalur parpol? Advokat Pamekasan ini mengungkapkan, untuk jalur parpol ke- mungkinan akan dibuka nanti pada 21 September mendatang. ”Itu perkiraan kami. Kalau dari sekarang, berarti masih tinggal sekitar satu bulan untuk pendaftaran calon dari parpol,” tukasnya

 
Copyright © 2011. News of Madura . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template modify by Creating Website. Inspired from CBS News