Popular Posts

Random Post

Visitors

Selasa, 09 Juli 2013

Daging ayam dan Bawang Naik hingga 10 Persen

News-Madura, Sumenep. Di pasar anom Sumenep Jawa Timur, Selasa, 9 juli harga bawang merah mencapai 40 ribu rupiah per Kilogram. Harga tersebut naik 100 % dari sebelumnya, hanya 20 ribu rupiah per Kilogram. Kenaikan juga terjadi pada harga cabai. Cabai kecil yang harga sebelumnya 40 ribu rupiah per kilogram, saat ini naik menjadi 60 ribu rupiah per Kilogram.
Adapun daging ayam potong naik dari 20 ribu rupiah per kilo gram menjadi 30 ribu rupiah. Daging sapi juga naik dari 85 ribu rupiah per kilo menjadi 90 ribu rupiah. Sedangkan harga beras,telur dan gula masih tetap tidak ada perubahan dari harga sebelumnya. Kondisi ini menyebabkan sejumlah konsumen mengeluh, karena besarnya biaya hidup warga dalam menjalani bulan puasa. Warga berharap, pemerintah segera menstabilkan harga kebutuhan pokok.

Panen Lebih Awal Karena Padi Roboh

News-Madura, Sumenep. Para petani tampak antusias memanen padi mereka yang roboh lantaran direndam air. Takut buliran padi yang mulai menguning membusuk mereka terpaksa memanen lebih awal.karena jika tetap dibiarkan lama terendam air maka buliran itu tidak dipanen,mereka akan menelan kerugian tidak sedikit. Sutir, salah satu petani mengatakan,sengaja padinya dipanen lebih awal,mengingat saat ini musim penghujan tidak tenttu.sehari kadang cerah sehari kadang hujan. Kekehawatiran itu membuat ia antusias memanen tanaman padi milikknya. Pantauan Madura Channel, padi yang roboh dipanen dan kemudian digiling diambil tiap buliran padi yang sudah mulai menguning. Setelah itu buliran padi dijemur agar tidak membusuk

Said Abdullah Kunjungi Pasar Tradisional

News-Madura, Pamekasan. Awal tiba di pasar kolpajung , pendiri Said Abdullah Institute (SAI) ini, disambut hangat para pedagang dan pengunjung yang berada di pasar, selain bersalaman dengan para pembeli, ia juga menyapa penjual yang memadati pasar.
Anggota DPR-RI Dapil Madura itu juga membeli sejumlah barang yang dijual di pasar, dan bahkan sempat mewawancarai beberapa pedagang. Tidak hanya itu, ia juga sempat ikut makan bersama salah satu penjual daging. Setelah menyantap nasi, MH. Said Abdullah juga membantu memotong daging untuk dijual, bahkan di hadapan para penjual lainnya ia menunjukkan sejumlah daging yang telah dibelinya.
Kedatangan Said ke pasar ini, dalam rangka mendekatkan diri dengan masyarakat, khususnya pedagang pasar, selain itu untuk mengetahui kondisi yang dialami oleh para pedagang. Said menambahkan, saat ini masyarakat semakin sulit pasca naiknya harga bahan bakar mintyak (BBM), yang mana harga bahan pokok terus mengalami kenaikan, apalagi menjelang bulan ramadan.
Pasangan Bambang DH dalam Pilgub Jatim tersebut berharap, untuk mengurangi beban masyarakat, pemerintah diharap segera menggelar operasi pasar menjelang bulan suci ramadan. Setelah selesai berkelililing di pasar, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang mengusung simbol jempol jelang Pilgub itu, melanjutkan kunjungannya ke yayasan Miftahur Rahman di desa tlonto rajeh kecamatan Pasean. Said Abdullah bersama rombongan mengakhiri kunjungannya , dengan kegiatan rutin pembacaan yasin dan ramah tamah (Yasima), di kediaman Moh.Mokri salah satu wartawan Madura Channel, desa bajang kecamatan pakong Pamekasan ,MH Said Abdullah mendapat sambutan positif tokoh masyarakat dan para undangan. (dinQari/ Madura Channel)

Rabu, 03 Juli 2013

Kekerasan Pada Anak Perlu Kita Cegah Bersama

News-Madura, Sumenep. Menangani persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Sumenep, perlu keteribatan dari seluruh elemen yang ada, baik instansi terkait, lembaga swadaya masyarakat yang peduli terhadap kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta dari masing-masing individu, sehingga jika semua bersinergi akan lebih maksimal dalam penanganannya.

Sebab, berdasarkan kajian dari sejumlah kasus yang masuk di Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sumenep, maupun yang diproses hukum, salah satu faktor penyebab mereka mengalami kekerasan, karena pengaruh tontonan yang tidak mendidik maupun sarana komunikasi yag tidak dipergunakan dengan semestinya.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (BPNP-KB) Kabupaten Sumenep, H. Ach. Masuni, SE, MM melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan, Dra. Hj. Sri Nurhayati, M.Hum kepada News Room, Selasa (02/07) menjelaskan, berdasarkan pengakuan dari tersangka maupun korban, memang media dan alat komunikasi menjadi alat terjadinya pelecehan seksual maupun kekerasan.

“Bayangkan, jika seorang anak perempuan dibawah umur yang terpaksa selalu melayani perlakuan bejat, karena adegan pertama kali yang dilakukan direkam melalui HP, kemudian setiap akan mengulangi dijadikan ancaman akan disebar luaskan jika tidak menuruti kemauannya,”ujar Hj. Sri Nurhayati dengan iba.

Menurut mantan Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sumenep ini, dirinya sangat terenyuh dengan banyaknya kejadian yang menimpa kaumnya tersebut. Untuk itu, pihaknya mengajak instansi terkait ikut serta dalam upaya mencegah hal-hal seperti itu dengan kebijakan.

Misalnya saja, dengan Dinas Pendidikan untuk melarang siswa membawa HP ataupun jika memang itu dijadikan alat komunikasi dengan keluarganya, dititipkan di BK. Disamping menghindari keseriusan siswa dalam mengikuti pelajaran, juga menghindari komunikasi yang mengarah tidak sehat.

Selanjutnya dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sumenep untuk terus mempublikasikan siaran-siaran mengenai dampak pronografi maupun perilaku negatif lainnya melalui media yang ada. 

Bahkan, bisa bersama Satpol PP dan aparat terkait untuk menertibkan pelayanan internet yang menyediakan konten-konten porno dan semacamnya.

“Jadi, setidaknya upaya awal untuk mencegah terjadinya kekerasan maupun pelecehan seksual kepada perempuan dan anak dapat diminimalisasi sedini mungkin,”tambahnya. (sumenep.go.id)

Selasa, 02 Juli 2013

Izin Rumah Sakit Larasati Kembali Dipertanyakan DPRD Pamekasan

News-Madura. Pamekasan. Komisi D DPRD Pamekasan akan melakukan penelitian kembali tentang izin operasional Rumah Sakit Larasati yang terletak di Jalan Mandilaras No.74, Kelurahan Gladakanyar, Kecamatan Pademawu, Pamekasan.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Pamekasan Juhaini mengatakan, belum mengetahui perkembangan lebih lanjut tentang penerbitan izin operasional rumah sakit itu. Ia mengatakan, dalam sidak yang dilakukan komisi D sebelumnya, rumah sakit milik pejabat publik di Pamekasan tersebut memang belum mengantongi izin.
“Makanya kami akan melakukan penelitian lagi, mempertanyakan kembali kepada pemilik rumah sakit itu dan Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan,” kata Juhaini kepada wartawan, Selasa (2/7/2013).
Juhaini mengemukakan hal ini menanggapi pertanyaan sejumlah aktivis lembaga swadaya masyarakat dan mahasiswa Pamekasan yang sebelumnya berunjuk rasa menuntut agar pemkab bertindak tegas menyikapi keberadaan rumah sakit itu yang diketahui belum mengantongi izin operasional.
Rumah Sakit Larasati ini merupakan rumah sakit swasta milik Direktur RSD Dr Martodiwirdjo Pamekasan, dr Iri Agus Subaidi.
Sebelumnya sejumlah aktivis LSM dan mahasiswa Pamekasan sempat berunjuk rasa memprotes penerbitan izin operasional rumah sakit itu. Gerakan para aktivis mahasiswa dan LSM di Pamekasan ini digelar, setelah menerima keluhan dari sebagian masyarakat yang tinggal di sekitar rumah sakit itu, bahwa mereka tidak dimintai persetujuan pembangunan rumah sakit.
Padahal, sesuai dengan ketentuan, setiap pembangunan jenis izin usaha, harus mendapatkan persetujuan dari masyarakat sekitar untuk mendapatkan izin lingkungan atau HO.
Menurut Wakil Ketua Komisi D DPRD Pamekasan Juhaini, protes atas izin operasional Rumah Sakit milik dr Iri Agus Subaidi itu sebenarnya telah disampaikan aktivis LSM dan mahasiswa Pamekasan sejak tahun 2011.
Ketika itu lembaga legislatif langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke rumah sakit itu, dan memang pihak rumah sakit tidak bisa menunjukkan izin operasionalnya. Saat itu Humas Rumah Sakit Larasi Hasbullah beralasan izin operasional Rumah Sakit Larasati masih dipegang Dinas Kesehatan Pamekasan.
Akan tetapi Kepala Dinkes Pamekasan Ismail Baey sendiri justru mengaku tidak mengetahui adanya izin operasi rumah sakit milik dr Iri Agus Subaidi tersebut dengan alasan yang bersangkutan baru menjabat sebagai Kepala Dinkes.
Belakangan, Ismail kepada sejumlah media mengakui bahwa Rumah Sakit Larasati itu memang tidak mengantongi izin operasional.
Selain Rumah Sakit Larasati, katanya ketika itu, pusat pengobatan lainnya yang juga tidak mengantongi izin operasional ialah Rumah Sakit As-Syifa dan klinik Aisyiah.
“Rumah sakit itu merupakan rumah sakit khusus. Di mana untuk Larasati hanya bisa melayani ObsGyn (Kandungan), dan As-Syifa untuk Bedah. Nah, untuk klinik Aisyiah, di sana hanya sebagai klinik pelayanan kesehatan rawat inap,” kata Ismail.
Izin operasional Rumah Sakit Larasati, As-Syifa dan Klinik Aisyiah, kata Ismail Bey saat itu, tidak sesuai dengan praktik operasional di lapangan atau tidak sesuai dengan peruntukannya.
Ia mencontohkan, seperti, Rumah Sakit As-Syifa tetap menerima pasien non bedah dan Klinik Aisyiah menerima operasi caesar bagi pasiennya, serta Rumah Sakit Larasati menerima pasien di luar pasien kandungan.
Menurut Wakil Ketua Komisi D DPRD Pamekasan Juhaini, saat DPRD Pamekasan melakukan sidak, pihak rumah sakit berjanji akan secepatnya mengurus izin operasional, sesuai pola operasional di rumah sakit itu.
“Saat ini kami belum mengetahui karena memang belum melakukan klarifikasi lanjutan dan pihak Rumah Sakit maupun Dinkes belum menyampaikan laporan kepada kami, terkait keberadaan rumah sakit itu apakah sudah mengantongi izin atau belum,” katanya menjelaskan. (Media Madura)

K-Conk: Welcome . . .! Kabomania dan Bartman


News-Madura, Bangkalan. Untuk kali pertama Kota Bangkalan akan kedatangan dua kelompok supporter dari dua klub yang berbeda dalam sehari. Mereka adalah Kabomania yang merupakan supporter Persikabo Bogor serta satunya lagi Bartman, fans klub Barito Putra. Kabomania dan Bartman menyambangi Bangkalan guna mendukung klub kesayangannya masing-masing yang akan menghadapi klub kebangaan Madura.
 
Kenapa bisa bersamaan? Dari jadwal yang dirilis oleh PT Liga Indonesia, Laga lanjutan babak 12 besar divisi utama antara Perseba Bangkalan vs Persikabo digelar tanggal 3 juli 2013. Begitu halnya pertandingan ISL antara Persepam Madura United (PMU) melawan Barito Putra. Kebetulan, kedua klub kebanggaan masyarakat Madura tersebut memakai Stadion Gelora Bangkalan (SGB) sebagai homebase.
 
Sementara guna menyiasati bentroknya jadwal kedua klub beda kasta kompetisi ini, Perseba akan menjamu lawannya sore hari tepat jam 15.00 WIB. Sementara laga PMU akan melawan Barito digeser pada jam 20.00 WIB.
 
Pengurus Pusat Mabes K-Conk Mania membenarkan terkait kedatangan kelompok supporter tim tamu. Mimit Jenggot, Dirigen K-Conk menyatakan, Kabomania memang dipastikan bakal hadir. Mereka datang lewat rombongan-rombongan kecil. “Mereka datang dengan naik kereta api dan busa. Tapi sebagian sudah hadir ke Bangkalan. Termasuk kawan kita ini, Izul”,kata Mimit kepada maduracorner.com, selasa sore (2/7) di Mabes K-Conk.
 
“Kawan-kawan sudah berangkat mulai selasa tadi, bang”,sahut Izul, salah seorang Ketua Bidang Pengurus Pusat Kabomani yang duduk disamping Mimit. “Kemungkinan rabu siang sampai disini. Mengenai jumlahnya, saya kurang tau pasti. Saya datang duluan untuk kulonuwun ke dulur-dulur K-Conk disini”,tambahnya.
Sementara mengenai kedatang supporter Barito Putra, Bartman, Mimit Jenggot mengaku sudah mendapat kontak langsung dari Norman, Ketua Bartman, via telphon seluler. Mereka akan datang dalam jumlah kecil dengan naik pesawat langsung dari Banjarmasin. “Kemungkinan sekitar 20-an orang. Yang pasti kedatangan Kabomania dan Bartman akan kami sambut dengan tangan terbuka. Kedua kelompok supporter tersebut juga dulur-dulur kami”,pungkas Mimit.

Persepam-MU Butuh dukungan Moril dan Doa


News-Madura, Pamekasan. Persepam Madura United (PMU) gagal total dalam 2 laga away mereka ke Kalimantan. Kegagalan PMU merebut poin saat menghadapi lawan-lawannya bukan kali ini saja. Bahkan saat main di homebase mereka di Stadion Gelora Bangkalan, skuad asuhan Daniel Rukito ini juga beberapa kalah atau imbang dari tim tamu. Berbagai kritikan pedas pun terdengar, termasuk bagi sang Manager PMU Achsanul Qasasi (AQ).
 
Mengenai penampilan tim PMU, AQ mengaku sudah melakukan banyak pembenahan untuk tim. Termasuk melakukan pembelian pemain saat jeda kompetisi putaran I lalu. Para pemain yang dibeli pun sudah dipasrahkan sepenuhnya pada sang pelatih. “Saya betul-betul tidak mengerti, apa yang sebenarnya terjadi pada tim ini. Semua sudah saya lakukan demi perbaikan tim”,ujar AQ pada maduracorner.com, selasa sore (2/7).
 
Pria yang juga anggota DPR RI ini menceritakan, kritikan beberapa pihak kini sudah menjurus pada cacian dan makian akibat serangkaian kegagalan PMU. “Saya berhenti membaca SMS, BBM dan twitter hingga facebook. Karena ada sebagian diantaranya yang berisi makian serta saran yang sok tahu ditujukan pada saya dan elemen tim ini. Itu sebenarnya malah makin memperburuk keadaan”,ungkapnya.
 
Menurut laki-laki asal Lenteng, Sumenep, Madura ini, dalam kondisi tim seperti saat ini dibutuhkan kebesaran hati seluruh elemen pendukung PMU. Terutama semangat para supporter untuk terus mendukung pemain. “Kami butuh dukungan dan do’a. Bukan hanya kerja keras managemen dan para pemain saja. Namun dukungan supporter serta do’a juga bisa menjadi pendorongan semangat serta pencipta keajaiban bagi tim ini”,pinta AQ.

“Tapi bagaimana pun, yakinlah bahwa saya dan seluruh elemen tim ini akan berjuang untuk mempertahankan eksistensi PMU di ISL. Jika gagal, terlalu besar taruhannya termasuk nama baik dan masa depan persepakbolaan Madura”,pungkasnya.
 
Copyright © 2011. News of Madura . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template modify by Creating Website. Inspired from CBS News